Latest News

Cari Blog Ini

25 Mei 2026

Khutbah Idul Adha 2026

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه
اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين
أَمَّا بَعْدُ
عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ : فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
وَقَالَ اَيْضًا
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمُ
Para hadirin sidang Idul Adha rahimakumullah.

Alhamdulillah pada pagi hari yang agung ini, kita sama-sama telah mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid secara terus menerus sejak tadi malam hingga pagi ini, untuk mengagungkan Asma Allah

Shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpah curahkan kepada Habibana wanabiyyana Muhammad SAW. Juga kepada keluarganya, Para Sahabatnya, juga kepada seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Mengawali khutbah Idul Adha ini, saya selaku khatib berwasiat, khususnya kepada diri saya pribadi, dan umumnya kepada semua yang hadir pada kesempatan Idul Adha ini, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, dengan keimanan serta ketakwaan yang sesungguhnya. Keimanan akan firman-firman Allah yang disampaikan melalui lisan Nabi-Nya, kemudian kita menjalankan apa yang diperintahkan-Nya, serta menjauhi semua larangan-Nya

Terlebih lagi pada momentum bulan dzulhijjah, yang mana Bulan Dzulhijjah ini, adalah merupakan salah satu bulan dari 4 bulan yang yang di haramkan oleh Allah dalam setiap tahun. 

العَمَلُ الصَّالِحُ أَعْظَمُ أَجْرًا فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ

Amal salih lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab).(Imam al-Baghawi, Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an).

Dan lebih utama lagi dari bulan dzulhijjah, adalah adanya 10 hari pertama yang di agungkan oleh Allah.

Allah SWT berfirman:

وَالْفَجْرِ ‎﴿١﴾‏
Demi fajar, (1)
وَلَيَالٍ عَشْرٍ ‎﴿٢﴾
dan malam yang sepuluh, (2)
‏ وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ ‎﴿٣﴾
dan yang genap dan yang ganjil, (3)

Ayat ini adalah 3 ayat di dalam surat Sk-Fajr.
Di dalam tafsir Ibnu Katsir di sebutkan bahwa: Al-Fajr yang di maksud dalam ayat pertama surat Al-Fajr ini, adalah waktu subuh pada hari ini, Hari Raya Idul Ad-ha.
Dan yang di maksud pada ayat kedua "wa layalin 'Asyr" adalah 10 hari pertama pada bulan ini yaitu bulan dzulhijjah.
Dan yang di maksud pada ayat ketiga "Wasysyaf'i wal watr" yang genap dan yang ganjil, adalah hari tarwiyah dan hari arafah, yaitu hari kemarin dan hari ini.

Mengapa hari-hari ini disebut secara khusus di dalam Al-Qur'an?
Hal itu menandakan bahwa hari-hari tersebut memiliki keutamaan yang lebih afdhal di banding hari-hari lainnya.

Sebagaimana di sabdakan oleh Rasulullah SAW Di dalam kitab Sahih Bukhari, Beliau SAW bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ" -يَعْنِي عَشَرَ ذِي الْحِجَّةِ -قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: "وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلًا خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْ
Tiada suatu hari pun yang amal saleh lebih disukai oleh Allah padanya selain dari hari-hari ini. Yakni sepuluh hari pertama dari bulan Zul Hijjah. Mereka (para sahabat) bertanya, "Dan juga lebih utama daripada berjihad di jalan Allah?" Rasulullah Saw. menjawab: Dan juga lebih utama daripada berjihad di jalan Allah, terkecuali seseorang yang keluar dengan membawa hartanya untuk berjihad di jalan Allah, kemudian tidak pulang selain dari namanya saja.

Hadits ini mengingatkan kita bahwa 9 hari yang baru saja kita lalui di bulan ini, adalah hari-hari yang sangat agung dan mulia. Di sukai Allah setiap amal shaleh yang di kerjakan pada hari-hari tersebut, bahkan lebih di sukai daripada berjihad. 
Mengapa para Sahabat menanyakan perbandingan antara amal shaleh yang di kerjakan di 10 hari pertama bulan dzulhijjah dengan jihad fi sabilillah?
Karena mereka tau bahwa jihad fi sabilillah adalah amalan tertinggi di dalam agama Islam.

Di dalam salah satu Hadits yang di riwayatkan dari Abu Hurairah, di kuatkan juga bahwa pada suatu hari, para sahabat bertanya:
قِيْلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا يَعْدِلُ الْجِهَادَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ؟ قَالَ : لَا تَسْتَطِيْعُوْنَهُ. قَالَ : فَأَعَادُوْا عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا . كُلُّ ذَلِكَ يَقُوْلُ : لَا تَسْتَطِيْعُوْنَهُ
وَقَالَ فِيْ الثَّالِثَةِ : مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللهِ  لَا يَفْتُرُ مِنْ صِيَامٍ وَلَا صَلَاةٍ حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ تَعَالَى
Dikatakan kepada Nabi ﷺ, “Amalan apa yang setara dengan jihad fii sabiilillaah? 
Nabi ﷺ bersabda, “Kalian tidak akan mampu mengerjakannya (mengerjakan amalan yang setara dengan jihad).” 
Para sahabat mengulangi pertanyaan tersebut dua kali atau tiga kali, dan Nabi ﷺ tetap menjawab, “Kalian tidak bisa.” 
Kemudian pada kali yang ketiga Nabi ﷺ  bersabda, “Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah itu seperti orang yang berpuasa, shalat, dan khusyu’ dengan (membaca) ayat-ayat Allah. Dia tidak berhenti dari puasa dan shalatnya sampai orang yang berjihad di jalan Allah itu kembali.” 
(HR. Muslim no. 1878)
Para sahabatpun terdiam, betapa berat amalan yang setara dengan jihad fi sabilillah.
Maka Wajar saja jika balasannya pun luar biasa, di ampuni dosa, di angkat derajat, serta di jamin kemenangan berupa surga firdaus, juga rahmat dan keridhaan Allah, serta kekal di dalamnya.
Sedangkan bagi yang gugur di medan jihad, mereka tidak dianggap mati, melainkan hidup di sisi Allah, mendapat kenikmatan surga, dan akan dikumpulkan bersama para nabi.

Sebagaimana di sebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَن يُقْتَلُ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتٌۢ ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan tentang orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (bahwa mereka) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

(QS Al-Baqarah: 154)

Itulah balasan bagi orang yang berjihad di djalan Allah.
Dan ternyata amal shaleh yang di kerjakan pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah ini, lebih utama dan lebih Allah cintai daripada berjihad. Bagaimana kita tidak menyesal telah menyia-nyiakannya?
Sedangkan hari-hari yang agung ini tidak akan kita temui lagi hingga setahun ke depan, dan tidak ada jaminan umur kita akan sampai pada bulan dzulhijjah tahun depan.

Maka, sungguh beruntunglah orang-orang yang di berikan kemudahan memperbanyak amal saleh pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah. 
Mengisi hari-hari dengan berbagai bentuk ketaatan seperti puasa, memperbanyak shalat, memperbanyak sedekah, memperbanyak zikir, dan amala-amalan lainnya. 
Karena pahalanya dilipatgandakan melebihi jihad di jalan Allah.
Sedangkan pahala bagi yang menjalankan puasa pada hari arafah, yakni 9 dzulhijjah, dapat menggugurkan dosa selama dua tahun (setahun yang lalu dan setahun yang akan datang).
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.
(HR. Muslim no. 1162)
الله اكبـر... الله اكبر... الله اكبر... ولله الحمد

Pada hadirin sidang Idul Adha Rahimakumullah...
Mengapa hari ini begitu di agungkan oleh Allah? Itulah yang mungkin jadi pertanyaan kita.
Jawaban yang paling masyhur menyatakan bahwa: terdapat 2 Ibadah besar yang secara khusus hanya bisa di kerjakan pada hari ini, dan tidak bisa di kerjakan di hari lainnya.
Pertama: Hari ini adalah hari penyembelihan hewan kurban.
Penyembelihan hewan Qurban adalah Simbol Pengorbanan dan Ketaatan kepada Allah, dan simbol rasa syukur atas segala karunia nikmat yang Allah limpahkan kepada kita.

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَر

Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.”

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah .”.

Dalam salah satu hadits di sebutkan:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ

Dari 'Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah SAW  bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan oleh anak Adam pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah daripada menumpahkan darah (menyembelih hewan).

إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا

Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. 

وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ

Dan sesungguhnya darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah.

فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.

(Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117)

Para Hadirin Kaum Muslimin Rahimakumullah...
Allah yang telah menjadikan kita hidup, dan Allah yang senantiasa memberikan kita rejeki, baik ketika kita sedang taat, maupun juga ketika kita sedang tersesat, Allah tidak pernah menunda pembagian rejeki kepada kita. Maka seyogyanya, ketika Allah meminta kita untuk berkurban, bukanlah untuk membuat kita miskin, melainkan sebagai upaya kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
الله اكبـر... الله اكبر... الله اكبر... ولله الحمد

Pada hadirin sidang Idul Adha Rahimakumullah...

Adapun ibadah besar Ke Dua yang hanya di kerjakan pada hari raya Idul Adha adalah, bahwa hari ini merupakan puncaknya ibadah haji. 

Saudara-saudara kita, umat Islam dari seluruh penjuru dunia, secara serentak melaksanakan rukun penting dalam ibadah haji, yaitu melempar Jumrah.

Setelah sebelumnya mereka melaksanakan wukuf di Arafah, kemudian ke muzdalifah, mabit di mina, dan hari ini melempar jumrah aqabah, menyembelih hewan, dan tahallul.

Sebuah rangkaian ibadah yang tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, akan tetapi juga membutuhkan kekuatan mental dan keimanan.

Setiap jamaah haji dituntut harus kuat melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, berpuluh-puluh kilometer, melaksanakan rukun satu ke rukun lainnya.

Semoga Allah memberikan kesehatan kepada mereka, kekuatan, kelancaran, dan kesabaran dalam menjalankan semua rangkaian ibadah haji, dan bisa pulang kembali ke tanah air dengan selamat, dan mendapatkan pahala haji yang mabrur.

Dan semoga Allah mencatat kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang akan menunaikan ibadah haji.

Di mudahkan segala urusan, di ampuni segala dosa dan kesalahan, di lancarkan usaha, di kabulkan segala hajat dan doa-doa kita, diberikan rejeki yang luas, yang banyak, yang halal, keluarga kita di sehatkan, sakinah mawaddah warahmah, anak-anak kita menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah, dijadikan anak-anak yang cerdas, menjadi orang-orant yang sukses, menjadi anak-anak yang sayang dan berbakti kepada orangtua, dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Aamiin ya Rabbal 'alamin... 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ بِ الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَاتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ


Khutbah Kedua Idul Adha

الله اكبر ۷× الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لااله الاّالله والله اكبر، الله اكبر ولله الحمد . أَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَصَوَّرَهُ مِنَ الْعَدَمِ، وَقَدَّرَ رِزْقَهُ وَاَجَلَهُ وَعَلَيْهِ بِكَأْسِ الْمَنُوْنِ قَدْ حَكَمْ، اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ شَهَادةً تُنْجِيْ قَائِلَهَا مِنَ الْاَلَمْ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَرَفَ اللهُ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ وَبِهِ خَتَمْ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الهِ وَاَصْحَابِهِ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
{امابعد}
اَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوْااللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ هَذَاالْيَوْمَ يَوْمُ النَّحْرِ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ حُرِمَ عَلَيْنَا فِيْهِ الصِّيَامُ وَأُحِلَ لَنَا فِيْهِ الطَّعَامُ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمْ،؛ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ : (الحج : ۷۷
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِ يَاَيُّهَاالَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللَّهُمَّ صَلِّوَسَلِّم وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ آمين يَا مُجِيْبَ السَـائِلِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا مَا قَدَّمْنَا وَمَا أَخّرْنَا وَمَا أَسْرَرْنَا وَمَا أَعْلَنَّا وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنَّا أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيٍءٍ قَدِيْرٍ
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِيْنَكَ وَكِتَابِكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، اَللَّهُمَّ وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُؤْمِنِيْنَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. والحمد لله رب العالمين
Next
This is the most recent post.
Posting Lama
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 Comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Khutbah Idul Adha 2026 Rating: 5 Reviewed By: D Bastian